Kulit Gatal Saat Hamil Tidak Boleh Digaruk Lho! 5 Cara ini Membantu Anda Meredakan Gejala Secara Efektif!

Kondisi ini pasti banyak dialami oleh ibu hamil. Pada trimester kedua kehamilan, gatal-gatal pada kulit mulai terjadi, pertama di perut atau pada telapak tangan telapak kaki, dan kemudian secara bertahap meluas ke beberapa bagian tubuh, kondisi ini sangat mengganggu aktifitas sehari-hari.

Kondisi ini disebut pruritus saat hamil, yaitu penyakit yang gejala utamanya adalah pruritus pada kulit saat hamil, terlepas dari gejalanya hanya gatal-gatal, bisa sangat sakit kepala bila terjadi, terutama saat perut terasa gatal, agar tidak menyakiti janin di perut, tidak berani menggaruknya, apalagi mengoleskan obat.

 

Apa yang menyebabkan pruritus?

Peregangan Kulit

Seiring pertumbuhan janin dari hari ke hari, perut ibu hamil juga bertambah besar, dan peregangan kulit dapat menyebabkan perut gatal. Selain itu, setelah kulit mengembang, kelembabannya berkurang dan menjadi lebih kering, rentan terhadap gatal-gatal.

Alergi

Selama kehamilan, kekebalan ibu hamil menurun, dan mereka lebih cenderung mengalami reaksi alergi terhadap zat yang bersentuhan dengan mereka dan lingkungan sekitarnya. Sedikit perubahan iklim dapat membuat ibu hamil merasa gatal dan tidak nyaman.

Perubahan Hormonal

Peningkatan kadar estrogen juga dapat menyebabkan gatal. Berbagai perubahan hormonal juga dapat menurunkan kekebalan tubuh, menyebabkan ruam pada kulit dan menyebabkan gatal-gatal.

Gatal yang disebabkan oleh penyakit

Gejala utama kolestasis selama kehamilan adalah kulit gatal, penyakit kuning dan goresan kulit. Pruritus penyakit umumnya dimulai pada telapak tangan dan kaki, dan kemudian secara bertahap berkembang ke arah tungkai proksimal, dengan pola ringan dan ringan yang teratur pada siang dan malam hari. Bila Anda memiliki gejala-gejala tersebut, Anda harus waspada, dan Anda harus segera melakukan pemeriksaan terkait untuk menghindari penundaan penyakit dan membahayakan janin.

 

Apa saja cara yang dapat membantu meredakan rasa gatal ini?

  1. Jangan pegang dengan tangan Anda

Banyak ibu hamil yang merasa kulitnya gatal dan ingin menggaruknya, siapa tahu semakin garuk semakin gatal. Ibu hamil tidak dianjurkan untuk menggaruknya dengan tangan karena tidak hanya memperparah rasa gatal, tetapi juga dapat melukai kulit bahkan menyebabkan infeksi kulit. Jika benar-benar terasa gatal, gosok perlahan dengan tangan.

  1. Pembersihan kulit secara lembut

Gunakan air hangat saat mencuci kulit, dan jangan terlalu sering menggunakan shower gel atau sabun karena dapat memperparah kekeringan kulit. Oleskan pelembab ringan dengan tepat untuk menjaga kelembapan kulit.

  1. Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman

Gesekan dan iritasi pada beberapa bahan pakaian juga dapat menyebabkan gatal-gatal pada kulit, terutama pakaian dalam.Ibu hamil harus memberikan perhatian khusus saat memilih pakaian.

  1. Pengobatan penyakit primer

Jika disebabkan oleh kolestasis intrahepatik selama kehamilan, Anda perlu mencari dokter dan menerima perawatan sesegera mungkin, jika tidak maka dapat membahayakan janin. Jika disebabkan oleh alergi, jauhi alergen.

  1. Pilih obat untuk meredakan gejala

Jika Anda merasakan gejala gatal yang parah, Anda bisa menggunakan lotion kalamin atau mengonsumsi peppermint, antihistamin, dan obat lain untuk meredakan gatal setelah berkonsultasi dengan dokter.

 

Banyak sekali ilmu di balik kulit gatal, sebagai ibu hamil, apakah anda juga sedang tersiksa oleh rasa “gatal” ini? Segera cari tahu penyebabnya dan berikan penanganan yang tepat!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.